Masker beras dan kayu manis sebagai
obat jerawat dikalangan remaja
Hello teman teman apa kabarnya, yang
pasti baik baik kan, sebelumnya terima kasih sudah mampir diblog saya yang
sangat comel ini J … eits jangan muntah dulu ya !! untuk
pertama kalinya saya disini akan menjelaskan tentang kayu manis yang bermanfaat
untuk jerawat !!!
Yang pasti kalian sudah tidak asing
lagi dengan kayu manis yang mempunyai nama lain Cinnamomum Burmanni Ners Ness yang pastinya ada didapur rumah
kalian kan.
Zonautara.com
Kulit batang kayu manis mengandung
aktivitas sebagai antioksidan yang sangat kuat yaitu sinamaldehid. Antioksidan
merupakan senyawa yang dapat meredam efek negative dari radikal bebas.
Senyawa radikal bebas yang sering
terpapar pada tubuh dapat menyebabkan stress oksidatif yang dapat memicu
terjadinya penyakit, termassuk kanker kulit dan photo aging (Barel et. al.,
2009: 301).
Ekstrak kulit kayu manis memiliki
efek antibakteri dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan
Streptococcus pyogenes (Reppi, dkk., 2016).
Menurut Bandar (2012) kandungan kimia kulit kayu manis sebagian besar alkohol cinnamyl, coumarin,
asam sinamat, cinnamaldehyde, anthocynin, dan minyak esensial serta gula,
protein, lemak kasar, pektin, dan lain-lain, bukan hanya bermanfaat untuk bumbu
masakan tetapi juga berguna untuk pengobatan. Menurut Bin Shan et.al. (2007) ekstrak kayu manis memiliki
kandungan yang dominan yaitu minyak atsiri, cinnamaldehyde, beberapa polyphenol
terutama proanthocyanidin dan (epi) catechins. Cinnamaldehyde dan
proanthocyanidin nyata berpengaruh
sebagai antibakteri.
Jenis jenis kayu manis: Cassia
Cinnamon Indonesia (Cinnamomum
burmannii) Jenis kulit kayu manis cassia dari Indonesia yang (terpopuler
adalah dari pertanian dari kerinci, Jambi) memiliki cita rasa paling manis dan
lembut ketimbang subjenis cassia lainnya, karenanya jenis ini lenbih populer
dan lebih sering dijual di pasaran. DIkenal juga sebagai : Indonesian Cinnamon, Korintje
Cinnamon, Padang Cassia. Cassia Cinnamon Vietnam (Cinnamomum loureiroi) Jenis kayu
manis ini berasal dari vietnam yang memiliki cita rasa yang kaya dan pedas
dengan khas aroma yang wangi yang kuat. Dikenal juga sebagai : Saigon Cinnamon, Vietnamese Cinnamon,
Vietnamese Cassia.Cassia Cinnamon China (Cinnamomum
cassia) Jenis kayu manisnya memiliki cita rasa yang kuat dan pahit,
karena itu kayu manis china ini seringkali dimanfaatkan sebagai bahan baku
pengobatan tradisional. DIkenal juga sebagai : Cassia
Cinnamon, Chinese Cinnamon.
Reppi dkk.(2016) juga membuktikan
bahwa ekstrak kulit kayu manis hasil
maserasi menggunakan ekstrak etanol 80% bersifat sebagai antibakteri terhadap
E. coli dan Streptococcus pyogenes. Senyawa yang dianggap bersifat antibakteri
adalah eugenol dan Cinnamal dehyde. Jerawat (acne) adalah kondisi abnormal
kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak yang menyebabkan penyumbatan
saluran folikel rambut dan pori–pori kulit. Daerah yang mudah terkena jerawat ialah
dimuka, dada, punggung, dan tubuh lengan. Kayu manis di Indonesia merupakan
salah satu tanaman yang sering digunakan untuk mengobati segala penyakit. Khususnya untuk jerawat kayu manis
(Cinnamomum burmanni) belum banyak diketahui masyarakat. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui
daya antibakteri masker anti jerawat
kulit kayu manis serta kualitasnya terhadap Staphylococus aureus.
foto: freepik.com
Uji fitokimia dilakukan pada ekstrak
kayu manis terhadap Alkaloid, Flavonoid, Tanin dan Saponin. Akaloid diuji dengan HCl 10%, dan ammonia
encer, disarikan dengan kloroform
kemudian ditambahkan pereaksi mayer terbentuk endapan putih, dan ditambahkan pereaksi Dragendorf terbentuk endapan coklat (Rajendra, 2011).
Flavonoid diuji dengan serbuk magnesium dan 1 ml HCl pekat, selanjutnya
ditambahkan amil alkohol, campuran
tersebut dikocok dengan kuat dan dibiarkan hingga memisah. Terbentuknya
warna merah, kuning atau jingga dalam larutan amilalkohol menunjukan adanya
golongan flavonoid (Djalil, 2006). Tanin diuji 0,5 g ekstrak dilarutkan dengan
sedikit akuades kemudian dipanaskan di atas penangas air, lalu diteteskan
dengan larutan gelatin 1% dalam NaCl
10%, hasil positif (adanya tannin) ditandai dengan terbentuknya endapan putih (Rajendra, 2011).
Saponin diuji melalui 100 mg ekstrak
dimasukan kedalam tabung lalu diencerkan dengan air, kemudian dikocok kuat
selama 10 menit. Saponin ditunjukan oleh terbentuknya busa yang stabil selama
15 menit dan busa tetap stabil setelah penambahan 1 tetes HCl 1% (encer)
(Djalil, 2006). de perforasi atau metode
cakram. Yang diuji adalah Ekstrak
sediaan masker yang mengandung
ekstrak kayu manis, Kontrol positif tertrasiklin dengan konsentrasi 2%. kontrol negatif adalah basis tanpa ekstrak
kayu manis atau 0%.
DAFTAR
PUSTAKA
Bandar
E. Al-Dhubiab, 2012, Pharmaceutical applications and phytochemical profile of Cinnamomum burmannii , Pharmacognosy Review, Vol . 6 ,
No12, 125 – 131.
Barel,
A. O., Paye, M., dan Maibach, H. I. 2009. Handbook
of cosmetic Science and Technology, Third
Edition, Informa Healthcare USA Inc., New York.
Bin
Shan, Yi-Zhong Cai, John D.B and Harold
Corke, 2007, Antibacterial Properties and Major Bioactive Components of
Cinnamon Stick (Cinnamomum
burmannii) : Activity a gainst
Foodborne Pathogenic Bacteria, J. Agric
Food Chem., Vol 55, 5484-5490.
Djalil
. 2006, Penafsiran Fitokimia dan Uji
Aktifitas Antibakteri Ekstrak Air dan Etanol Daun Maja ( Aegle marmelos cortex). Pharmacy 04 ISSN 1693-3591
Rajendra,
CE, Gopal S Magadum, Mahabood Ali Nadof,
Yashoda S.V, Manjula M, 2011, Phytochemical
Screening of the Rhizome of kaempferia
Galanga. International Journal of
Pharmacognosy and Phytocemical Research, Vol. 3, No.3, 61-63.
Reppi,
NB, Mambo, C, and Wuisan, J, 2016, Uji Efek Antibakteri Ekstrak kulit Kayu
Manis (Cinnamomum burmannii)
Terhadap Escherichia coli dan Streptococcus pyogenes, Jurnal eBiomedik, eJournal. unstrat.ac.id.

